MENGENAL INDAHNYA ISLAM...

الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Monday, 15 November 2010

~ Jadilah Salafi Sejati ~


Syaikh DR. Abdussalam bin Salim as-Suhaimi
Kun Salafiyyan’ alal Jaaddah
“Tidak tercela orang yang menunjukkan Madzhab Salaf, menisbatkan dan menyandarkan diri kepadanya, bahkan wajib menerimanya. Karena madzhab Salaf tidak lain adalah Kebenaran.” (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, al-Fatawa 4/149).

Allah ‘Azza wa jalla berfirman, “Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan orang-orang Mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan kami masukkan ia ke dalam jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (An-Nisa: 115).

Maka mengikuti jalan kaum Mukminin—yaitu para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik dari kalangan para imam yang mendapatkan hidayah, itulah jalan keselamatan. (Kitab Ushul Al-Iman, (hal:293).

Hanya saja, ittiba (ketaatan) itu dikatakan benar jika terpenuhi tiga perkara. Ketiga perkara itu merupakan terangkum dari nash-nash terdahulu, yaitu:

1. Berpegang teguh dengan Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya.
2. Tidak berpecah belah dan tidak berselisih tentang Al-Qur’an dan As-Sunnah.
3. Hendaknya ittiba (menaati) Al-Qur’an dan As-Sunnah diikat dengan Pemahaman Shalafus Sahalih, tidak dengan pemahaman yang lainnya.

Manhaj Salaf Dalam Aqidah:

Manhaj mereka dalam Aqidah terangkum dalam poin-poin berikut:
1. Membatasi sumber pengambilan ilmu dalm bab aqidah pada Kitabullah dan Sunnah Rasulnya, serta memahami nash-nash tersebut berdasarkan pemahaman Shalafush-Shalih.
2. Berhujjah dengan Sunnah yang Shahih pada bab Aqidah baik Sunnah tersebut mutawatir maupun ahad.
3. Tunduk terhadap wahyu dan tidak membantahnya dengan akal serta tidak larut membicarakan perkara ghaib yang tidak terjangkau oleh akal.
4. Tidak mendalami ilmu kalam dan filsafat.
5. Menolak takwil yang bathil.
6. Menggabungkan nash-nash yang ada dalam satu permasalahan.

Aqidah ini bersumber dari mata air yang bersih yaitu Kitabullah dan Sunnah Rasulullah, jauh dari hawa nafsu dan syubhat. Orang yang berpegang teguh dengannya dialah yang mengagungkan nash-nash al-Kitab dan as-Sunnah, karena dia menyadari bahwa seluruhnya adalah hak dan benar.

Penulis berkata: Diantara keistimewaan manhaj salaf adalah:
1. Penganutnya tegar di atas kebenaran dan tidak mudah goyah sebagaimana keadaan para pengikut hawa nafsu.
2. Pemeluknya sepakat di atas satu aqidah dan tidak berselisih walaupun berbeda zaman dan tempat.
3. Mereka adalah orang yang paling mengetahui keadaan nabi, perbuatan dan ucapan-ucapan beliau.
Paling mampu memisahkan antara yang shahih dan dhaif. Oleh karena itu, mereka adalah orang yang sangat mencintai sunnah, paling semangat mengikuti dan paling tinggi loyalitasnya kepada ahlinya.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata; “Sesungguhnya, disebabkan Rasul adalah makhluk yang paling sempurna, paling mengetahui terhadap hakikat kebenaran, paling benar ucapan dan perintahnya, maka tentunya siapa saja yang paling tahu tentang beliau adalah orang yang paling tahu tentang kebenaran itu. Dan tentulah siapa saja yang paling sejalan dan paling sesuai dengan beliau adalah orang yang paling utama. (Majmu’ al-Fatawa (4/140-141).
4. Mereka meyakini bahwa metode Salafush Shalih adalah metode yang paling selamat (aslam), paling dalam ilmunya (a’lam) dan paling bijak (ahkam). Tidak sebagaimana anggapan ahli kalam bahwa metode salaf itu aslam, sementara metode kaum khalaf lebih a’lam dan ahkam.
5. Diantara keistimewaan mereka: Mereka sangat semangat dalam menyebarkan Aqidah yang benar dan agama yang lurus, mengajarkan manusia serta menasehati mereka, membantah para penyelisih dan ahli Bid’ah.
6. Mereka pertengahan di antara firqah-firqah yang ada.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: “Ahlus Sunnah dalam Islam seperti Ahlul Islam di anatra seluruh agama.”
Imam ad-Darimi dan Ibnu Bathah telah meriwayatkan dari al-Hasan rahimahullah, beliau berkata: janganlah kalian duduk-duduk bersama para pengikut Hawa Nafsu, Jangan pula mendebat dan mendengarkan ucapan mereka! “
baarokallahufiik. Wallahu a’lam.
dirangkum dari buku: “Jadilah Salafi Sejati”, Karya: Syaikh DR. Abdussalam bin Salim as-Suhaimi.
Sumber : Catatan al-Akh Bambang Abdullah Khaerul Azzam
http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2010/08/07/jadilah-salafi-sejati/

1 comments:

JAKA said...

Assalamualaikum,


ustad, saya sedang mencari jalan yg lurus,

saya ikuti NU, maka saya ikuti tahlilan dan zikir berjamaah,,

saya ikuti juga Muhammadyah, maka saya ikuti idul fitrinya muhammadyah yg biasanya puasa 29 hari dan kadang Idul fitri lebih dulu dari pemerintahan RI,,

saya juga ikuti salafy, maka saya mengharamkan berkoalisi/berinteraksi/bantu-membantu dg yg namanya Jin!

saya bingung ustad,,

Muhammadyah juga anti bidah, Muhammadyah mengharamkan Perayaan Tahun Baru Islam/maulid

padahal perayaan tahun baru islam di mushola paling biayanya tidak lebih dari 3 juta,

nah, mereka (Muhammadyah) justru merayakan ulang tahun (Muktamar) Muhammadyah dengan biaya gila2an!! bisa sampai ratusan juta!!! bintang tamunya Orchestra pimpinan Dwiki Dharmawan, padahal mengundang orchestra yg saya tahu biayanya minimal 70 juta!!

saya bingung ustad,,

mengapa perayaan tahun baru islam diharamkan, tapi kok ulang tahun Muhammadyah malah diperbolehkan??

biaya yg 3 juta utk tahun baru islam diharamkan, tapi kok ulang tahun Muhammadyah yg ratusan juta justru diperbolehkan??

saya benar2 bingung ustad, semuanya menganggap dirinya adalah paling benar...

krn itulah saya msh mencari mana yg benar!

apakah yg paling benar adalah NU?? Muhammadyah?? Wahaby?? Salafy?? Sunni?? Syiah?? aswaja??

saya benar2 bingung..

hingga saya berpikir untuk mencari kiyai/ulama/ustad/syekh/habib yg mendapatkan keistimewaan dialam kubur, maka saya sempat membatin bila saya dapati informasi mengenai kiyai/ulama/ustad/syekh yg mendapatkan kemuliaan di alam kubur, maka saya akan mencari pengikut dari kiyai/ulama/ustad/syekh tersebut... utk kemudian bersumpah menjadi pengikut dari kiyai/ulama/ustad/syekh yg telah meninggal tsb..

dan tidak sengaja saya dapati berita ini di internet:

ustad, saya menemukan tulisan yg kasar ini:

" SEMINGGU sebelum ramadhan 1430H/2009, ditemukan jenazah KH Abdullah di Tanggerang MASIH UTUH beserta kain kafannya, bahkan bau harum semerbak dari jasadnya. Padahal telah dikubur selama 26 tahun. Sebagai seorang KYAI tentu beliau setelah sholat melakukan dzikir berjamaah bersama jamaahnya, melakukan tahlilan serta malan pesantren lainnyya yang sering dianggap Bid’ah. Jika amalan-amalan pesantren dianggap bid’ah dan ahli bid’ah, apakah ALLAH MASIH MEMBERI NIKMAT KUBUR KEPADA BELIAU? (berita metro tv/kompas).

saya kemudian mencari sendiri di youtube siapa tau ada vidionya, ehh.. ternyata ada videonya...

setelah saya lihat vidionya, saya mulai berfikir...

apakah kiyai tersebut benar2 mendapatkan nikmat kubur???

karena spt yg kita ketahui bahwa ahli bidah adalah tempatnya di Neraka!!

tapi mengapa beliau (si kyai ahli bidah) justru mendapatkan kemuliaan di alam kubur??



video 1:

http://www.youtube.com/watch?v=9PB_6VnJCiE



video 2:

http://www.youtube.com/watch?v=vJ5Vt8zXjrc



ustad, saya mulai curiga,,

...jangan2 Allah benar2 sudah menghalalkan Bidah Hasanah...

saya mencoba merenungkan dengan hati nurani mengharap hidayah Allah..

karena saya hanyalah seorang pendosa yg sedang mencari jalan yg lurus, tidak perduli apakah jalan yg lurus adanya di Muhammadyah/Nu/Wahabi/Syiah/Sunni/dll..

saya tdk perduli alirannya, yg saya mau hanya ingin mendapatkan nikmat kubur spt kiyai tersebut...

saya masih mencari waktu luang utk jalan2 ke tanggerang tempat pesantren kiyai tsb lalu mondok beberapa bulan disana utk mempelajari ajarannya, karena logikanya kalo kyainya saja mendapat kenikmatan kubur spt itu berarti sudah jelas ajarannya adalah di "ridhoi" Allah.

saya tidak tahu aliran kyai tsb... mungkin setelah mondok beberapa bulan disana baru ketahuan alirannya apa? nah, dg cara pemikiran primitif saya, saya akan mengikuti paham2nya, fatwa2nya, cara beribadahnya, dll...

tidak lain hanya mengharap ingin mendapatkan kenikmatan kubur seperti kyai tsb..

Mohon sekiranya keikhlasan ustad memberikan penjelasan kepada saya,

Assalamualaikum

*mohon sekiranya kalau tidak keberatan, dikirim juga jawabannya ke email saya:
j.sembung24@yahoo.com